Mimpi

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Friday, January 14, 2011

JANGAN MAEN-MAEN SAMA GOE

                Remaja brutal, yang kurang perhatian dari orang tuanya


                  Anak berprestasi dalam berbagai bidang


Jelas kesombongan hanyalah membawa kepada kehancuran baik di dunia maupun di akhirat. Lihat saja mana ada orang yang mampu mengakhiri hidupnya dengan khusnul khotimah, sebagai contoh fir’aun, hitler dan pemimpin-pemimpin dunia masa kini. Kesombogan hanya membawa kepada kehancuran. Yah, biasanya diawal-awal kesombongan nampaknya hebat, nampaknya kuat dan semua orang segan kepadanya. Tapi pada akhirnya mereka akan hancur.
By: Muamar..

Thursday, January 13, 2011

GENGGAMLAH KESUKSESAN DENGAN IMPIAN

GENGGAMLAH KESUKSESAN
DENGAN IMPIAN
Impian kita menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengerjakannya. Mungkin itulah sebuah kata motivasi yang singkattapi penuh makna. Mungkin kita telah merasakan realita kehidupan ini, susah senang yang sering kita dapat dalam melalui perjalanan hidup yang penuh makna. Dalam kehidpan ini, kita mengenal yang namanya takdir.

Takdir adalah sesuatau ketentuan akan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Sebagai mana yang sering kita liat dalam kehidupan sehari-sehari, beragam karakter orang di dunia ini ada yang   rajin ada yang malas, ada yang pandai, tapi ada juga yang bodoh. Sebenarnya apa yang membedakan ini pada mereka ?. padahal mereka sama-sama dianugrahi akal dan pikiran yang sama, apa karna kekayaan atau keturunan. tapi ternya kekayaan dan keturunan tidak memiliki pengaruh  yang besar akan kesuksesan seseorang. Kenyataannya, sikap dan pikiranlah yang membedakan satu dengan yang lainnya, apa yang dikerjakan dan dipikirkan itulah yang menentukan hidup.
Kebersamaan dalam merencayakan kehidupan

Untuk menuju kesuksesan 

Itulah yang membedakan bagaimana nasib seseorang, dari diri kitalah yang menentukan bagaimana nasib kita kedepan. Apa yang kita lakukan dan apa yang kita pikirkan sekarang, itulah nasip kita kedepan. Hidup hanyalah pilihan, apakah kita akan memilih sukses atau gagal, pandai atau bodoh, kaya atau miskin, bermanfaat atau pecundang. Nasip kita ditentukan oleh diri kita sendiri, hidup ini merupakan perjalanan panjang yang melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahap demi tahap. Hidup ini berawal dari mimpi, sebuah impian yang menghantarkan kita kepada kebahagian dan kekecewaan. Impian dikerjakan melalui sebuah proses, proses yang sulit, yang membutuhkan sebuah pengorbanan dengan sebuah prinsif dan semangat untuk mencapai kesuksesan.
By :Muamar         

Monday, January 10, 2011

Himpitan Kehidupan Ditengah Kuroptor

Himpitan Kehidupan
Ditengah Kuroptor
Indonesia  merupakan salah satu negara dibelahan dunia yang memiliki beragam kekayaan, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, bebudayaan, dan memiliki tanah yang subur. Tapi kenapa bayak rakyatnya yang miskin, dan kekayaan sumber daya alam ini hanya bisa menambah   kekayaan  segelincir orang. Bahkan segelincir   orang tersebut mampu mendapatkan tempat kedudukan orang kaya di daftar dunia. Sebenarnya apa penyebab dari semua ini, mengapa kesenjangan ekonomi begitu tinggi. Siapakah yang perlu disalahkan dalam hal ini, apakah perlu kita menyalahkan seorang pemimpin, ataukah kita yang perlu koreksi diri.

Hidup memang kadang tidak memberikan kita banyak pilihan, siapapun kita, apapun profesi kita, umur kita, jabatan kita, tidak akan bisa menolong. Ada saatnya kita menerima tekanan ini, usaha yang kita lakukan sekuat tenaga terkadang hanya membuahkan sebuah himpitan yang berat. Bagai mana kita menghadapi tekanan hidup yang kian berat. Mungkinkah kita menunggu perubahan situasi dan kondisi yang membaik, tapi mungkin sesuatu yang sifatnya menunggu hanya membawa perasaan jiwa menjadi gundah, khawatir, takut, emosi tinggi, dan  menjadi kebingungan akan kelanjutan kehidupannya di masa depan.
Banyak orang yang kemudian sulit menggambarkan perasaan yang sesungguhnya yang  sedang dialaminya, sehingga hanya semakin menambah banyaknya pribadi yang mengalami tekanan-tekanan dalam hidupnya.Namun, tidak sedikit pribadi yang mengalami perubahan dari tidak serius menjadi lebih serius dalam bekerja, lebih rajin dalam berjuang menjalankan usaha dan bisnis. Mereka yang seperti ini adalah orang yang mau bangkit dalam dalam sebuah tekanan hidup, mereka tidak peduli tekanan apa yang datang peda mereka, baik berupa tekanan politik pemerintah maupun tekanan dari alam.

Mereka pikirkan adalah bagaimana caranya supaya bisa keluar dari lngkaran kemiskinan itu. Tekanan biasanya mereka jadikan momentum untuk maju, walau selangkah demi selangkah. Umumnya mereka yang mampu melalui tekanan hidup akan bersikap lebih dewasa dan akan lebih arif dalam menjalani hidup. Tapi mereka yang tak mampu melalui tekanan hidup akan mengalami tekanan yang lebih berat, mundur dan bahkan hancur.

Maka dari itu, marilah kita tingkatkan tarap dan standar hidup yang lebih berpendidikan. Karena saya yakin dengan pendidikan kita akan lebih dewasa dan lebih mampu melalui tekanan demi tekanan dalam hidup ini. Tapi sebagian besar yang menjadi permasalahan dalam hidup adalah pendidikan. Dari dulu hingga sekarang pemerintah menganggarkan biaya pendidikan begitu besar, tapi mengapa masih banyak rakyat ini yang tidak biasa bersekolah. Biaya yang besar dikeluarkan pemerintah sepertinya tidak bisa menaikkan tingkat pendidikan dinegri ini. Tapi yang terlihat hanyalah pegawai pemerintah yang berbidang pendidikan terlihat semakin sejahtra. Dalam logika ini, ukuran adalah hasil, intimidasi, kekerasan, politik uang, politik penggerakan masa, teror dan cara-cara imorial lainnya dihalalkan karena memberi hasil yang diharapkan. Akibatnya tidak sedikit pelaku kejahatan ini, provokator dan koruptor menikmati tiadanya sanksi hukum. Lelahnya penegakan hukum mengaburkan pemehaman nilai baik dan buruk yang pada gilirannya menumpulkan kesadaran moral menjadi tidak peka dan menganggap semua itu wajar saja. Kerusakan hidup bersama juga disebabkan dan sekaligus menghasilkan penumpulan hati nurani para pejabat-pejabat dibidang ini.

Saturday, January 8, 2011

TEKANAN PENGUASA TERHADAP KEMISKINAN

TEKANAN PENGUASA
TERHADAP KEMISKINAN
Hidup di Negri yang permai, subur, dan kaya sumber daya alam, mungkin banyak orang mengatakan hidup akan makmur, tapi realita kehidupan ini jauh seperti yang diharapkan, Bahkan hidupnya seperti hidup ditengah Negara yang prustasi. Karena hidup ditengah tekanan dan impitan dari kerasnya politik penguasa yang suka memanfaatkan kedatangan kebahagiaan rakyat jelata. Kita tumbuh ditengah sebuah generasi dimana tawa bersama sangat langka, bahkan kaki kita menapak jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta  beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak uda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian kepada penguasa dan rakyat jelata. Sementara adik-adik kita hidup sebagai mana mestinya narkoba, politik uang yang membunuh nurani mereka. Orang tua pendahulu kita, mereka adalah tampuk kekuasaan suatu generasi gagal, dan suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang yang mereka hianati sendiri. Kawan akankah kita berhenti, lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka..?

Kawan, politik hanyalah kata-kata, sementara benci menjadi kenyataan. akan tetapi, untuk menetapkan apakah suatu perbuatan merupakan kejahatan politik yang harus hati-hati, karena demokratisasi politik  dan penegakan hak asasi manusia telah menjadi isu global. Tapi semua itu bagaikan angin lalu bagi pemegang kekuasaan, dan para elit politik. Karena mereka sedang sibuk berlomba-lomba untuk mendapatkan hata rakyat, bahkan beragam argument yang mereka keluarkan untuk membentengi kejahatan-kejahatan mereka. Perjuangan berbagai bahasa untuk untuk melepaskan diri dari kolonialisme telah menjadi semakin nisbi. Kejahatan politik adakalanya juga berkaitan dengan dimensi tempat dan waktu.



Kawan, aku berbicara bukan mewakili siapa-siapa, ini hanyalah surat dari pengolah kata  kepada seorang penguasa. Sebelum kamu menduduki tahta kekuasaanmu, sejujurnya kami tida mengharapkan hadiah berupa materialis dan pinansial dari janji manismu, tapi yang kami inginkan ialah perjuangan, dan kejujuran terhadap rakyatmu, karena bangsa ini sedang dilanda krisis pemimpin yang jujur. Janganlah kamu memanfaatkan kesempatan itu dengan merunggut hak rakyatmu untuk menambah harta kekayaan dan kebahagian untuk keluargamu. Kami tidak menginginkan hal seperti ini, karena kami menginginkan kebahagiaan bersama, dimana tawa seorang pemulung sama bahagianya dengan pemimpin bangsa.

By : Muamar 

Tuesday, January 4, 2011

Politik Perusak Generasi

Politik Perusak Generasi

       Kawan, kita sebaya. Hanya bulan  yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan,akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

       Di negeri permai ini, politik hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Para penguasa tidak pernah mencintai apapun yang mereka lakukan, mereka hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Mereka tidak mensyukuri berkah yang mereka dapatkan, mereka hanya ingin menghabiskannya. mereka enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan mereka. Kawan, inilah kenyataan politik memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, politik adalah persoalan kebiasaan. politik juga masalah prinsip. Bila kau terjun kedunia politik,  maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka, tapi kau suka bermuka kepada kuli kamera. Politik adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah. Tapi politik haya akan menghancurkan generasi-generasi, dan membuat sengsara rakyat jelata. Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Jutaan orang lantang bersuara demi mendapatkan keadilan.

       Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penguasa. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan janji manis para penguasa. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Perjuangkanlah aspirasi rakyat layaknya seorang pemimpin yang tegas dan suci.

Wednesday, December 29, 2010

WATAK DAN KEPRIBADIAN

WATAK DAN KEPRIBADIAN
Manusia hidsup di dunia ini laksana musafir yang berjalan kaki menuju suatu tempat. Jalan itu panjang ,tidak seluruhnya datar, tetapi ada tanjakan-tanjakan, penurunan-penurunan, tikungan-tikungan dan lain-lain. Bebrapa bagian dari jalan itu masih terdiri dari semak-semak yang penuh dengan duri, bahkan didalamnya mungkin  ada binatang-binatang kecil yang berbisa, seumpama ular, kala jengking, dan lain-lain. Pada bagian-bagian yang lainnya ada pula yang ditaburi oleh batu-batu kerikil yang tajam.
Dalam menempuh dan melalui jalan yang demikian, akan berjumpa dengan kesukaran-kesukaran dan bahaya.
Musafir yang mempunyai nafas panjang, akan berjuang untuk mengatasi anekaragam kesulitan-kesulitan itu. Nafas yang panjang memberikqan kepadanya daya yuang dan daya tahan, semangat, kemauan, kesabaran, keuletan dan lain-lain. Yang dinamakan fighting spirit, semangat bertempur. Ia akan sampai ketempat yang ditujunya, laksana seorang pahlawan perang yang keluar sebagai pemenang dari medan pertempuran.
Adapun musafir yang mempunyai nafas pendek, tidak mampu meneruskan perjalanan. Otot-ototnya kaku, kakinya pegal-pegal dan tegang, semangatnya patah. Ia terpaksa berhenti ditengah jalan. Beruntung ia masih bisa berjalan pelan-pelan untuk mundur kebelakang. Kalau tidak, ia akan terlantar ditempat yang sunyi sepi itu, terancam oleh serangan alam atau binatang buas yang mungkin datang menerkam.
Keadaan manusia dalam menghadapi perjuangan hidup ini tak ubahnya seperti musafir yang dilukiskan itu. Hidup ini adalah perjuangan yang terus-menerus, tidak mengenal perhentian dan tempat istirahat. Kesukaran-kesukaran datang silih berganti, kesulitan-kesulitan datang bertubi-tubi tanpa memberi tahu terlebih dahulu.
Untuk mengatasi semua itu diperlukan nafas panjang. Yang dimaksud nafas panjang disini adalah watak dan keperibadian, yang dapat membentuk tiap-tiap orang menjadi manusia yang bergerak terus  bergumul ditengah-tengah arus kehidupan, menjadi manusia yang dinamis