Sunday, January 22, 2012
Monday, December 5, 2011
Secangkir Kopi Temani Pagi
Secangkir kopi menemani pagi
Kemilau mentari mulai terlihat
Memulai langkah perlahan
Menjadikan bumi sebagai harapan
Memandang asa, membuka lembaran
Menatap kedepan, tapi terasa suram..
Mungkin pagi ini ada yang kurang
Teringat sosok hitam agak kecoklatan
Mungkin adanya bukan syarat, tapi sekedar pelengkap.
Secangkir kopi yang menjadi pendamping serasi
Menyambut harapan baru
mengawali hari, menemani pagi ......
Trima kasih tuhan
Atas nikmat yang engkau berikan..
Thursday, November 24, 2011
Mari Berpantun.
PERANG PANTUN
pahlawan ku telah tiada
karna mereka telah meregang nyawa
karena malam telah tiba
slamat malam semuanya..
karna mereka telah meregang nyawa
karena malam telah tiba
slamat malam semuanya..
pukul gendang dengan rotan
penarinya sangat santun
kalau kau orang kalimantan
mari kita perang pantun..
banyak lawan, jadi kawan..
anda menawarkan, saya lawan ..
anda menawarkan, saya lawan ..
janda itu tidak perawan
tapi dia masih menawan
hanya anda yang brani melawan
apkah anda juga seniman
tapi dia masih menawan
hanya anda yang brani melawan
apkah anda juga seniman
panda itu sedang makan
banyak hewan yang mengganggu
kalau kau ingin melanjutkan
jawabanmu aku tunggu..
banyak hewan yang mengganggu
kalau kau ingin melanjutkan
jawabanmu aku tunggu..
tujuh hari satu minggu
satu tahun 12 bulan
terima kasih sdh mau menunggu
tadi saya lagi dijalan
satu tahun 12 bulan
terima kasih sdh mau menunggu
tadi saya lagi dijalan
dari pagi belum makan
mau makan gak ada nasi
mari kita lanjutkan
jangan berhenti disini
mau makan gak ada nasi
mari kita lanjutkan
jangan berhenti disini
pohon itu rebah dijalanan
terkena tamu kerajaan
mohon maaf kelamaan
karna aq melanjutkan pekerjaan
terkena tamu kerajaan
mohon maaf kelamaan
karna aq melanjutkan pekerjaan
naik turun bukit dijalan
menuju kerumah pak haji
sungguh-sungguhlah dng pekerjaan
supaya lekas naik gaji
menuju kerumah pak haji
sungguh-sungguhlah dng pekerjaan
supaya lekas naik gaji
Wednesday, November 23, 2011
ABDI PENGUASA TERHADAP RAKYATNYA
Abdi Penguasa Terhadap Rakyatnya
negaraku terlalu luas untuk mendengar teriakan penghuninya.
para pemimpinku terlalu cerdas mengolah citra.
hingga tak mampu menelaah amanah yang sederhana.
mungkin juga telah lupa pada siapa yang diabdinya.
kita pun terlalu sibuk mengurus
‘dunia’.
hingga kurang peka membaca wajah
penguasa.
begitu santunnya sampai tak mau
tahu siapa mereka.
jika bukan karena bencana, mereka
tak mencari kita.
jika bukan karena pemilu, mereka
tak mendata kita.
sedang kita lebih suka ‘berperkara’
karenanya.
begitu semrawutnya tata hidup
bernegara kita.
sementara ratusan juta rakyat
indonesia mendamba kesejahtera merata.
Friday, September 2, 2011
Indahnya Wisata Pantai Ujung Pandaran
Indahnya Wisata Pantai Ujung Pandaran
Wisata pantai ujung pandaran terletak di bibir pantai laut jawa, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan tengah. Pantai ini sangat indah, memuat berjuta pesona yang penuh daya tarik, pantai ini sering menjadi tujuan wisata masyarakat Kalimantan Tengah.
Pantai Ujung Pandaran merupakan representasi dari keindahan pemandangan alam yang sungguh memesona. Di pantai ini, pengunjung dapat menjumpai hamparan pasir putih yang begitu luas, barisan pohon nyiur yang jika dilihat dari kejauhan seolah-olah memagari pantai ini, deburan ombak yang cukup besar, dan kekayaan biota laut khas pantai ini.
Pantai Ujung Pandaran merupakan salah satu objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putih dan kekayaan biota lautnya ini membentang puluhan kilometer dari Kabupaten Kotawaringin Timur hingga perbatasan Kabupaten Seruyan. Pantai Ujung Pandaran termasuk jenis pantai yang landai, seperti pantai-pantai yang menghadap Laut Jawa pada umumnya.
Ribuan oarang berdatangan ke pantai wisata Ujung Pandaran
Rumah betang (rumah adat kal-teng)
yang berada di lokasi wisata ujung pandaran
Mungkin momen ini tidak disia-siakan para penyewa pelampung
Pendopo tempat istirahat para pengunjung,
Bundaran kecil yang berada jalan wisata ujung pandaran
para pengunjung mendirikan kemah,
karena sebentar lagi matahari akan tenggelam.
sekelompok pengunjung yang tengah beristirahat
melepas lelah sambil menikmati keindahan pantai
sekelompok pengunjung tengah memandang keindahan pantai ujung pandaran..
Mulai dari orang tua, remaja sampai anak-anak ikut berdatangan kepantai wisata ujung pandaran
Menikmati Indahnya Ombak di pantai ini..
Wednesday, July 20, 2011
MEMBUKA LEMBARAN PAGI HARI
MEMBUKA LEMBARAN PAGI HARI
Saat sang fajar terbangun dari tidur lelapnya
Saat matahari muncul dari peraduannya
Kini pagi telah tiba
Embun meneteskan sisa dinginya malam
Mentari mengurai sinarnya yang hangat
Terlihatlah rimbunan daun yang melambai-lambai
Mentari mengurai sinarnya yang hangat
Terlihatlah rimbunan daun yang melambai-lambai
Sungguh indah pagi hari
Dan kini kubergegas tuk segera siapkan diriku
tuk mulai menjalani hari ini
tuk mulai menjalani hari ini
Kulangkahkan kaki dalam seribu tujuan
menggapai asa nan termimpi dalam seribu mata arah angin
menggapai asa nan termimpi dalam seribu mata arah angin
Hidup memang kadang tidak memberikan kita banyak pilihan
Kini ku sadar hidup adalah sebuah perlombaan yang dibatasi oleh waktu
dengan nada yakin dan...arah yang pasti
dengan nada yakin dan...arah yang pasti
Kukatakan dengan nada yakin.
ku raih sang Bintang yang gemerlap di angkasa..
Tuesday, July 19, 2011
Istirahat Tela Tiba
Istirahat Tela Tiba
Waktu kerja sudah usai, malam segera datang
Setiap insan mulai menutup lembaran kitab kehidupan
Dimalam hari embun berhembus, dingin menyelimuti
Bintang-bintang berkelip manja bagai permaisuri
Bintang-bintang berkelip manja bagai permaisuri
Awan berarak menghindar bersembunyi
Melewati misteri & keheningan kegelapan malam
Ku tuturkan kata dalam bahasa lugas tanpa lafas
Tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam
Tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam
Ku rangkai kata yang menimbulkan tanda tanya..
Mahligai petualangan kehidupan sudah dilalui
Mustika rahmat & aroma cinta mengiringi perjalanan anak manusia
Maka tak ada alasan untuk terus meratapi
Tersenyumlah diri
Hari esok masih menanti..
Tersenyumlah diri
Hari esok masih menanti..
Subscribe to:
Posts (Atom)












